Pages

Minggu, 24 Februari 2013

Jangan Melangkah Terlalu Jauh (Catur)

Kiat permainan catur: Langkah yang menjanjikan akan gagal jika dijalankan terlalu cepat atau tanpa dukungan. Juara dunia pertama, Wilhelm Steinitz (1836-1900), merintis permainan catur kontraintuitif. Paradoks dapat menjadi cara untuk sukses. Raja tidak hanya dilindungi. Ia bisa menjadi kuat dan bahkan agresif. Perangkat tidak harus selalu di tengah. Mereka bisa juga menggunakan kekuatan yang besar dari pinggir. Apa yang disini gagal mungkin di tempat lain berhasil. Bertentangan dengan segala penalaran permainan catur yang nyata, Steinitz benar-benar dapat menang dengan cara mundur. Seperti banyak ahli strategi di kompartemen perang, secara sengaja sang master catur memancing lawannya untuk melakukan penyerangan yang terlalu dini. Ia akan bergerakmundur. Lawan akan maju. Kemudian Steinitz akan berbalik menerkam, mengambil keuntungan dari penyebaran musuh yang terlalu jauh. Muridnya, William Napier, menyebut hal ini ” catur picu”. “Bergerak maju ke belakang,” adalah kata-kata pilihan Harry. Para perintis besar mendapat pendukung. Barisan panjang para pendukung yang patut dihormati, yang mengikuti ide-ide Steinitz, bermula dari Aron Nimzovich (1886-1935). Nimzovich memperoleh pengakuan dunia, di antara hal-hal lain, karena menulis babon segala buku catur, My System. Seperti Steinitz, ia mengeksplorasi setiap aspek permainan catur. Seperti Steinitz, dia menemukan berbagai kenyataanyang tak disangka-sangka yang mengubah permainan catur untuk selamanya. Sebelum Nimzovich, Hitam secara tradisional dimainkan untuk mendapatkan bagian yang sama di tengah. Putih menggerakkan satu bidak tengah. Hitam melakukan hal yang sama. Tetapi Steinitz mempraktekkan apa yang diajarkan Nimzovich. Nomzovich membuat langkah-langkah pembuka untuk mengecoh lawannya agar mengira ia telah menyerahkan yang di tengah padahal tidak. Langkah-langkah pembuka hypermodern-nya untuk Hitam dirancang untuk menggoda Putih agar bergerak terlalu jauh. Ia mengembangkan berbagai cara untuk mengambil keuntungan jika lawannya melakukan gerakan tersebut. Menggerakkan pasukan ke dalam wilayah kekuasaan musuh tanpa sokongan adalah berbahaya di setiap zona pertempuran. Anda dapat juga menjangkau terlalu jauh bahkan dengan bidak yang kecil. Menggerakkan bidak terlalu bebas, terlalu cepat, atau terlalu dekat kepada lawan, mereka menjadi rentan untuk diserang. Bidak-bidak itu mungkin hilang atau konsesi-konsesi yang menenangkan harus dilakukan untuk melindunginya. Versi Pembukaan Nimzovich yang terkenal, Pertahanan Sicilia, bertujuan untuk menggoda Putih melakukan serbuan-serbuan yang terlalu dini dan tanpa dukungan dari jenis ini. Secara khas, sebagaimana kebanyakan Pertahanan Sicilia, Hitam mencoba mengendalikan wilayah di depan bidak si raja Putih, sebelum menyerangnya, sehingga bidak si raja Putih tidak bisa lagi bergerak dengan aman jika ia diancam. Teoritisi-dan para pemain-masih beranggapan bahwa memang lebih mudahlah menyerang dan menangkap yang tidak dapat lagi melarikan diri. Tetapi pada langkah kedua dari Pertahanan Sicilia, Nimzovich, melepaskan sama sekali langkah-langkah pencegahan itu. Sebagai gantinya, dia memakai kuda untuk cepat-cepat menyerang bidak si Putih, meskipun bidak itu masih dapat maju secara agresif kepada sang kuda. Harapannya adalah untuk mengecoh Putih agar melangkah terlalu jauh nyaris serentak, memajukan sang bidak terlalu cepat. Bagi Putih, apel itu kelihatan lezat. Tetapi Nimzovich tahu bahwa di dalam apel itu ada ulat. Terpesona oleh ide-ide Nimzovich, salah satu pecatur terhebat di dalam sejarah, Alexander Alekhine (1892-1946), mengembangkan pembukaan itu lebih jauh satu langkah-dan mundur selangkah secara harfiah daripada menunggu hingga langkah kedua Hitam, Alekhine mencoba memainkan godaan kuda untuk memancing gerakan pertama Putih. Ia memberi kita Pertahanan Alekhine, yang mengandalkan penyerangan bidak si raja Putih tanpa persiapan apapun, penawaran, juga, tantangan yang menggoda “Datang dan ambil saya.” Ide-ide itu juga mempesona Richard Reti yang inovatif (1889-1929), yang mempunyai keberanian mengambil lompatan kwantum di dalam tindakan yang bertentangan dengan anggapan umum. Jika ide-ide Nomzovich begitu baik untuk Hitam, mengapa itu tidak baik juga untuk Putih? Ia mencoba menemukan jawabannya selama pertandingan yang dicirikan beberapa orang sebagai pertandingan catur terbesar yang pernah dilakukan: Reti melawan Alekhine di Baden-Baden 1925. Gerakan Reti yang pertama meliputi sebuah bidak di bagian sayap, dan dengan rapi mengizinkan Alekhine, sebagai Hitam, menempati petak-tengah dengan bidaknya sendiri. Alekhine melakukannya. Kemudian Reti melangkah dengan lebih elok lagi. Ia menggunakan ide Alekhine untuk mengintimidasi Alekhine. Dengan cepat, ia menyerang bidak sasaran, berharap memancing Hitam melakukan tindakan bergerak terlalu jauh. Alekhine merampas umpan itu dan maju sedikit demi sedikit, mendorong bidaknya mendekati kuda Putih. Pertarungan intelektual yang dahsyat terjadi. Alekhine mneruskan gerakan menyerangnya sementara Reti menantang kemungkinan pasukan Hitam untuk melakukan gerak maju yang terlalu jauh. Momen genting terjadi pada langkah kedua puluh. Reti berada di posisi yang sedikit lebih baik, meskipun permainan yang sempurna pada kedua pihak mungkin akan menghasilkan remis. Alekhine memutuskan untuk memainkan satu permainan yang menghasilkan posisi yang sama sampai tiga kali, agar dapat mengklaim remis dengan peraturan pengulangan tiga kali. Tetapi Reti menolak kemungkinan itu. Bukannya menerima remis, ia menginginkan yang lebih, tanpa alasan yang memadai. Ia bermaksud melakukan suatu gerakan yang kurang bagus untuk menghindari berulangnya posisi itu untuk ketiga kalinya. Bermain untuk menang mungkin merupakan usaha yang mulia, tetapi tidak bijaksana karena itu itu berarti menggerakkan pasukannya terlalu jauh di dalam proses itu. Apa yang ia rencanakan dilakukan kepada Alekhine akan segera dilakukan kepadanya. Menjelang akhir permainan, setelah masing-masing pecatur letih untuk saling mengumpan untuk melangkah terlalu jauh, namun yang satu berhasil. Gajah Alekhine mengantarkan percabangan kemenangan yang dramatis, memanfaatkan kuda Reti yang telah keluar meninggalkan posisinya, rawan, dan melangkah terlalu jauh ke pinggir. Alekhine tidak meyangkal permainan yang kontra-intuitif, hanya membuktikan bahwa ia dapat melakukannya dengan lebih baik.Perusahaan yang tidak melindungi sumber dayanya-intelektual atau material-tidak dapat mengamankan investasinya. Memperluas terlalu jauh jalur-jalur persediaan Anda, Anda dapat kehilangan bisnis Anda, persis sebagaimana Anda pasti akan kehilangan permainan catur Anda. Jika Anda lalai untuk memastikan semua bahwa bagian berhubungan secara harmonis, mungkin senuanya akan berantakan. “Ada dua kali dalam kehidupan seseorang ketika ia tidak boleh berspekulasi”, tulis Mark Twain. “Saat dia tidak mampu melakukannya dan saat dia mampu.”

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright 2011 Edwin's Blog. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates WP by Wpthemescreator